Senin, 11 Januari 2016

Refleksi Tahun Baru : Setelah Satu Minggu

Jam dua puluh dua lewat, wudhu-sholat-berdoa sudah aku lakukan -walaupun dirasa tak sempurna, paling tidak aku sudah mencoba- ketimbang (maaf) ber-masturbasi yang menurut penelitian bisa membuat tubuh rileks karena terlepasnya "Endorphin" -hormon relaksasi (anti-stress), hormon kesenangan yang juga dilepaskan saat berolahraga- entah penelitian dari mana, saya hanya membaca artikel dari internet dan kebanyakan ditelan mentah-mentah padahal masih ada beberapa cara lainya seperti : minum susu, yoga, nge-Gym, olah raga (renang, basket, futsal, tenis, bulu tangkis, ping-pong), teriak-teriak, mandi air hangat, menyalakan lilin aroma terapi ...... "Mungkin ada cara lain sesuai pengalaman pribadi, Readers ? ".

Senang-nya jadi orang yang bisa terlelap dimana saja, dalam kondisi apapun tanpa ada beban, tekanan (terlalu banyak pikiran). Seakan tubuh sudah diatur untuk kapan bangun, kapan tidur. Jenuh juga kalau setiap malam phobia hari esok -Ada istilahnya tidak untuk phobia ini ?

"Bisa bangun on-time, gak "
"Subuh jamaah mampu tidak ? "
"Joging pagi, yakin?
"Berkualitas gak tidur Loe? " dsb-nya, dst-nya.

Parahnya phobia ini selalu hadir jika terlewat dari jam tidur -saya membiasakan (untuk) tidur jam sepuluh tepat, diusahakan jam 22 sudah madeb-manteb-diatas-kasur.


Lagi-lagi-dan-lagi hal ini terulang setiap hari (pagi) "Keledai memang selalu jatuh dilubang yang sama" ungkapan tersebut sudah melekat dengan saya, sepertinya. Tak mengapa menghina diri, yang saya sesalkan "Waktu tak akan pernah kembali" bangun siang sehari berarti (satu) kesempatan terlewati, not on-time berarti : gak sempat sarapan, mandi keburu-buru, naik motor gak tenang (hampir telat), ilang kesempatan nge-stalk media cetak dan sosmed.

Katanya tahun baru ? "Katanya".Cuma katanya ternyata, bangun pagi masih ogah-ogahan, kesehatan terabaikan, insomnia makin parah, masih juga binggung menentukan arah, Yah!. Berkubang lagi di zona aman. Katanya, mau naik se-level -sedikitnya satu level- tahun ini. Bagaimana bisa se-level ? Kalau hal-hal kecil yang akrab dengan orang-orang sukses ini kamu abaikan.

Google Image

Benar. Tahun ini ada 366 hari artinya 366 kesempatan untuk memperbaiki, tapi ingat masih banyak hal-hal lain : Resolusi tahun kemaren, resolusi tahun ini yang harus segera dilengkapi. Bukan maksud memburu atau ingin segera melipat, merobek, menyilang bulan demi bulan dalam kalender tahun ini, sekadar "selfreminder" waktu yang sama dan kesempatan yang sama tidak akan terulang lagi. Hargailah setiap detik, menit, jam dalam waktumu dan setiap momen, cerita, pengalaman dalam keseharianmu.

Teruntuk diriku yang "phobia hari esuk", lepaskan sedikit-demi-sedikit bebanmu.

"Ibarat seorang pelari tidak akan dapat berlari kencang dengan beban di punggungnya", kata temanku yang secara tidak langsung menggugah jiwa dan membangkitkan asa.

5 komentar:

  1. makanya mas jgn tidur malam~malam
    kalo perlu minum obat tidur
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. semakin nambah umur, waktu tidur semakin larut - hahaha, anti sama obat tidur

      Hapus
  2. Jadi inget lagunya bang haji Rhoma Irama. Wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. begadang-berdagang -oii mana postmu jarang nongol lagi

      Hapus
  3. terlalu banyak semangat yang membara di tahun 2016. pengen cepat melaluinya dan melihat hasil selama satu tahun ini seperti apa. ganbatte kudasai

    BalasHapus