Senin, 11 Januari 2016

Kebahagiaan Itu ..... ?

"Kebahagiaan. Kata itu sungguh mudah diucapkan. Semua orang tahu apa artinya, dan selalu mendambanya. Kebahagiaan itu memabukkan. Sekali mencicipinya, kita akan berusaha mati-matian untuk mencarinya. Tapi semakin dicari, kebahagiaan rasanya semakin menjauh" - (Agustinus Wibowo, Titik Nol).

Kutipan dari buku ketiga karya pria asal Lumajang, Jawa Timur ini membuat saya turut mendeskripsikan "Kebahagian" versi saya sendiri.

Kebahagiaan itu candu, semakin kau nikmati semakin banyak ingin kau miliki. Kebahagian disetiap orang berbeda tergantung sudut pandang -kekayaan, keyakinan, kejayaan, ketampanan, kecantikan, jabatan . . . Kebahagian bagi saya sepuluh menit yang lalu -sebelum saya baca halaman 316 buku Titik Nol ini- terlalu muluk, terlalu obsesi, penuh dengan fantasi dan imajinasi, suatu hal yang mustahil :
  1. Saya ingin kembali ke masa lalu untuk menata masa depan yang (saya anggap) awut-awutan.
  2. Pengen punya mobil mewah -lengkap dengan AC, tape dan sopir pribadi.
  3. Bisa keluar negeri cuma buat foto selfie bareng eifel, makan gelato di gelateria sepanjang Venice, Italia.
  4. Kerja di perusahaan internasional -dengan gaji pokok delapan digit angka, tetap (bukan-kontrak), tunjangan banyak (makan, baju, penampilan, transport, kesehatan, pendidikan . . . ).
  5. Bisa ngajakin liburan keluar negeri -sekeluarga.

Masih banyak lagi . . . . . hingga membuat mulut berbusa kalau cuma di-dobos-kan (diomong kosongkan).


Kebahagian itu ternyata simple . . . .. Bukan, bukan kebahagian yang saya tulis di atas.

Kebahagian itu :

  1. Bisa sholat berjamaah lima waktu tepat waktu.
  2. Bisa tidur pulas, lepas dan bebas (tanpa beban pikiran).
  3. Bisa bangun pagi sambil menikmati segelas air putih disambut dengan gorengan ataupun kudapan lain yang bisa dinikmati.
  4. Ngantor tanpa harus ugal-ugalan pas naik motor (lima menit lagi telat).
  5. Ketemu ponakan yang rewelnya aduhai -bikin panik, puyeng, bingung diapain, berisik- lagi pose begini.
    Pamer Gigi

    Sembunyi Di Belakang Sepeda Motor
     
  6. Bisa tegur sapa dengan teman ataupun orang yang tidak (atau) baru dikenal dilingkungan kos tanpa malu, canggung, gengsi.
  7. Bisa olah-raga seminggu tiga kali -seminggu gak gerak badan, badan kerasa pegal bikin mager otak melempem.


Dan masih banyak lagi kebahagian-kebahagian lainya, yang sering kita abaikan karena terobsesi mengejar kebahagian yang terlalu besar yang tanpa kita sadari belum tentu kita dapatkan sekarang.

"Kebahagian itu . . . menurut readers apa ?"

13 komentar:

  1. kebahagiaan itu menurut saya adalah kata bahagia diberi imbuhan ke dan an jadi kebahagiaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. eye rolling - anak SD juga tahu, mas "wkwk"

      Hapus
  2. Kebahagiaan itu ketika kita sudah meewati hari kemarin dengan senyuman dan menyongsong hari depan dengan optimis :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahhah, seperti "kebahagian" yang selalu jadi "harapan"

      Hapus
  3. kebahagian itu sederhana. Sesederhana kita membuat standar kebahagiaan itu sendiri. Sebagaimana yang mas rasakan, mungkin :)

    BalasHapus
  4. kebahaigiaan. hampir semua orang dapat mengucapkannya, tapi merasakannya? tidak semua orang bisa..

    BalasHapus
  5. ketika yang mempunyai Kebahagian sejati ridho dengan apa yg kita lakukan dan hidup kita mas... entah deh apa kita bakal bahagia selamanya nanti... kadang kita terlalu sibuk membuat orang bahagia namun ternyata tak mmbuat bahagia Sang Pemilik Jiwa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, ya begitulah mas ke-ba-ha-gia-an yang tersirat :D

      Hapus
  6. bahagia itu sehat dan bisa makan enak sepanjang waktu. bahagia itu sederhana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes. Itulah salah satu kebahagian yg haqyqy

      Hapus