Kamis, 21 Januari 2016

Daftar Kasih Sayang Bapak

Bapak, Ayah, Papa, Father, Abi, Babe, Romo, Abah ... adalah sebutan lain untuk orang tua laki-laki dari seorang anak, tergantung dari hubungannya dengan anak -kandung atau angkat. ( Wikipedia )

Orang nomor dua --setelah ibu yang pertama-- yang menempati singgasana hati saya.

"Apa panggilan untuk orang tua laki-laki, Readers ?"

Bapak -panggilan akrab saya untuk lelaki berumur setengah abad ini- tidak seperti ibu yang kehadiranya selalu saya rindukan dan membuat saya menangis waktu mojok (menggalau) di tengah malam, memikirkan keadaan ibu : Sedang apa ? Makan apa ? Sehatkah di sana ? Punyakah uang bulan ini ? Menyenangkan-kah hari-harinya ? Capekkah ? Lelahkah ? Apa kabarnya ?. . . itulah ibu orang yang sukses mencuri perhatian saya dan membuat saya selalu mengalah ; enggan menolak perintah untuk membelikan cabe, bawang merah, bawang putih (bumbu dapur), dll di warung dengan jawaban, "Baiklah". Itulah sebabnya saya tuliskan personal letter lewat "Mother's Day Is Everyday" untuk ibu tercinta sebagai personal letter di hari ibu yang tercatat setiap tanggal 22 Desember di Indonesia.

Begitu (sangat) banyak ungkapan kata untuk menggambarkan kasih sayang ibu yang saya dan (bisa jadi) readers rasakan, but wait saya ingin menulis tentang bapak di post ini kenapa ibu mendominasi. Bukan, bukan berarti peran bapak terabaikan sehingga menempatkan bapak di posisi kedua. Honestly saya hampir lupa kenangan mana yang harus saya ingat dan tulis untuk mengingatkan saya akan kasih sayang Bapak -apakah ini berarti saya ter-"doktrin" bapak sebagai pencari nafkah (mencari uang saja) tidak memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu yang selalu kita jumpai dari hari ke hari.

Benar adanya bapak saya adalah seorang pedagang yang sering menghabiskan hari, minggu, bahkan bulan-nya hanya untuk memastikan keluarga tercukupi: sandang, pangan, papan dan pendidikan 'Nah ini! Saya mulai bisa mengingat dan menuliskan betapa sayangnya bapak kepada kami'.

Sebagai seorang perantau yang jauh dari rumah pastinya banyak godaan yang bisa membuat iman bapak saya goyah saat berada jauh dari istri dan anak-anaknya. 'Tetapi kenyataanya bapak selalu menelepon, sms, BBM setiap saat lewat aku, ibu, adikku sampai iparku dan iparnya (adik-adik ibuku) saat kami (ibu, adik-adik, aku) sudah bosan ditelepon setiap hari -terkadang bertanya hal yang sudah ditanyakan secara berulang'.

Begitu Garingnya Hubungan Kami


Apakah sebanyak itu bonus bicara yang diperoleh bapakku, saat kutanya, 

"Sudah ya, Pak nanti pulsa-nya habis? "
"Ndak apa-apa, inikan bonus bicara."

Kadang saya harus berbohong (hanya) untuk menghindari dari obrolan bapak (jahat benar) via telepon

"Le, sudah sholat, makan, pulang kerja? "
"Bukanya tadi sudah ditanya lewat BBM ya, Pak?"
"Oh. . . benarkah ?"
"Oh iya . . . makan-nya belum, Pak. Hehehe ... . Udah dulu ya, Pak telponya?"

Sadar betul bapak suka menelpon di jam-jam tertentu kami sering mengabaikan telepon yang sengaja di-setting dengan nada dering (khusus) untuk bapak 'Kejam sungguh kejam'.

Saat di rumah tak pelit bapakku (untuk) membagi selembar uang ratusan ribu sambil berkata, "Ini buat beli bensin". Alamak semua juga tahu harga bensin gak sampai seratus ribu buat pulang-pergi Yogya-Boyolali-Yogya 'Mulai terasa-kan kalau bapak orangnya murah duit'.

Kalau dirumah bapak sering ngasih stock : buah, jajanan, lauk-pauk, cek kondisi motor (seumua motor di rumah), cek listrik, lampu, air . . . yang sekiranya perlu diganti ya diganti, diperbaiki ya di perbaiki. Contohnya, jika lilin di rumah habis bapak langsung beli walau listrik belum tentu mati tiap malam saat musim hujan -listrik sering mati kalau hujan, maklum di padepokan, Non. . . Den. . . rumahnya.

Pernah ku bertanya (saat masih SMP) bapakku, "Kenapa bapak gak kerja sebagai guru, dokter, insinyur -yang keren di jamanku dulu, kenapa jadi pedagang yang jarang di rumah?!" Bapak meledak dan menjawab dengan sedikit kasar, "Yang penting halal ! semua ini-kan untukmu dan adik-adikmu biar bisa makan, sekolah . . . 'Pada akhirnya saya sadar profesi seorang bapak yang keren itu gak harus Dokter, Insyur, Guru, Banker . . .' -biasanya berdasi dan kantoran.

Namanya bocah, gak hanya satu, tapi dua yang (jadi) jagoan di rumah, yang besar berumur sepuluh tahun (aku) yang kecil tiga tahun (adikku) suka berebut mainan walaupun sudah dibelikan masing-masing, 'Kakak gitu, lho' semua harus jadi barang miliknya, pertengkaran tidak bisa dielakkan sampai akhirnya pecah tangis adikku dan terdengar oleh bapak yang baru selesai sholat magrib -karena susah dinasehati- langsung membanting mainan (mobil-mobilan) yang kami perebutkan hingga hancur dan kami hanya bisa terdiam sambil ibuku berkata dengan malas "Nah . . hancur sudah". Namun selang beberapa jam bapak berkata dengan lembut sambil memeluk aku dan adiku, "Maaf ya, Le . . . , kalian semakin bandel, makanya bapak banting mobilnya biar kalian diam. Ya, sudah . . . besok bapak perbaiki kalau tidak bisa nanti beli yang baru.Kalau ada uang. Hehehe". 'Dari sini saya menilai semarah apapun Bapak, mereka pemaaf dan tetap sayang keluarga'.

Hah . . . . !!

Coretan ini sengaja ditulis sebagai self reminder, karena akhir-akhir ini sering mengabaikan ajakan bapak saya untuk sekedar membalas chat "sudah bangun, Man ?", "Subuh belum, ayo bangun udah jam 5 ?", Lagi olah raga atau sudah berangkat kerja, hati-hati di jalan, Ya", dsb . . . seketika membuat saya tersadar , saya kelak akan seperti ini juga jika sudah berkeluarga. Ingatlah sebenarnya bapak hanya ingin lebih dekat dan mencoba masuk ke dalam dunia kalian agar bisa lebih akrab, seakrab hubungan mu dengan Ibu, karena Bapak sebenarnya ingin mendapatkan tempat yang sama di hatimu.

Huff . . . !!

Capek juga ternyata menulis daftar kasih sayang (tidak terbatas) bapak (bapak saya) yang tidak bisa diingat dan dituliskan semuanya, walau ini hanya coretan, tetapi bagi saya sangat berguna (semoga bagi readers juga) untuk menjalin hubungan antara anak dan orang tua. Hari ini bukan Father's Day, tetapi tulisan ini saya dedikasikan untuk bapak tercinta, Muhammad Ikhsan (Nama KTP) Tubingan (Nama Kecil) a.k.a Tobing (Nick Name) -bukan marga, sekedar nama plesetan yang akrab di telinga.

6 komentar:

  1. iya betul bapak yg keren gak harus Dokter, Insyur, Guru, Banker
    bapak yang keren itu bapak yang bisa memberikan kita kecukupan materi sama kecukupan kasih sayangnya
    .
    ngomong-ngomong bapak situ cowok ya?

    BalasHapus
  2. Bapaaaaakkkkkkk..........*bapak ku sudah disurga T_T*

    BalasHapus
    Balasan
    1. ikut bela sungkawa, Mas. Maaf, jadi ikutan mengulik masa lalu :(

      Hapus
  3. Bapak adalah orang tua kita, jangan di nomor duakan ya. kalau bisa semua nomor satu bapak dan ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya. Bapak saya nomor 1.b, sdr/sdri 😁

      Hapus