Senin, 15 Februari 2016

Cohmy Has Hipnotized By Amateur Menthalist

In the lonelly hours . . . Skip! There was not lonellyness, togetherness only. Cohmy, Wisnu, Desi, Bambang and always me (Omen) ---in this occassion I were called Sport Club team--- have met-up at "Bale Bebakaran Restaurant" located near XT-Square Garden, Jl. Mentri Supeno No. 100 Umbul Harjo Yogyakarta, More details single click on it @bale_bebakaran.


This meet up was going to evaluate our event "Panpages Sport Club : 1st gathering", making to do list also for planning our agenda in 2016 ---we wish, could stay together and take longer position--- instead of talk about Sport's Club Agenda, we prefered to look into list menu of Restaurant. Hmmm, all dishes arouse our appetite and succed stealing our focus.

After, made choices : Desi, Cohmy, Wisnu and I prefered to chicken package ---consist of chicken breast, sambal, lalapan including rice--- while Bambang really interested in crunchy deep friend mushroom with glaze of sugar (or) honey ---I tasted honey instead of sugar as food. Various beverages available in here and we decided to ordered Iced lemon tea, iced lemon lime, lime squash ---has same taste with iced lemon lime, but added lemongrass with slim-tall glass--- also iced tea. cap-cay (dish that consist of ten ingredients especially vegetables) and stir kangkung with garlic as complement. Importantly all food and beverages which have ordered has reasonable price, range from 6k for beverage and 10k for food.

14 Februariku Untuk Supriyadi

14 Februari semua (hampir) anak muda di seluruh dunia tahu, kalau 14 Februari "Tukar Kado di Hari Kasih Sayang". Menurut saya Valentine's Day merupakan perayaan yang (sedikit) mengkhawatirkan karena ditodong bingkisan : cokelat, bunga, boneka, sepatu, baju, dll; Ajang free sex, long-night party  dan beragam budaya barat yang (kebanyakan) meresahkan semua kalangan.

google image
Untuk saat ini saya lebih tertarik untuk menceriterakan kisah seorang pemuda Trenggalek, Hindia-Belanda (Indonesia jaman penjajahan Jepang) yang melakukan pemberontakan tepat ditanggal 14 Februari 1945. Dialah Shodancho (komandan peleton) Soeprijadi (baca : Supriyadi) yang memimpin tentara PETA (Pembela Tanah Air) melakukan pemberontakan melawan tentara Jepang, namun gagal---kalah jumlah dan bala tentara "Negeri Matahari" lebih kuat. Hal inilah yang membuat Panglima PETA (Muradi, Supardjono, Suryo Ismangil, Halir Mangkudijaya, Soedarmo, Sunanto, Supriyadi) beserta tentara PETA kocar-kacir hingga berakhir dengan penangkapan enam (delapan) panglima yang memberontak dan dijatuhi hukuman penggal atau penjara seumur hidup.

Pemberontakan ini terjadi karena deskriminasi Jepang kepada tentara PETA dan penderitaan romusha yang seringkali ditindas dan mendapat perlakuan semena-mena. Pemberontakan ini sekaligus menjadi pemberontakan paling berani yang terjadi tanpa disadari oleh pihak Jepang.