Selasa, 08 Maret 2016

Tahu Bulat Digoreng Dadakan ...

Penjual tahu bulat yang sering di bicarakan teman-teman sekantor ---teman kantor baru seminggu ini--- sukses  bikin penasaran sejak pertama kali saya dengar cuitan mereka, "Tahu Bulat, digoreng dadakan, 500an, anget-anget ..., gutih-gurih..., Enyooooiiii ...".

Kurang lebih seperti itulah strategi yang (saya anggap) paling menonjol selain mobil pick up ---truk pengangkut barang ukuran kecil yang biasa disebut mobil bak terbuka--- yang digunakan untuk menjajakan sekaligus dapur utama untuk menggoreng tahu bulat ---tahu goreng asli sumedang yang berbentuk bulat--- secara dadakan (langsung ditempat).

Penjual Tahu, sumber : bogor.tribunnews.com

Bagaimana tidak bikin geli, dengan intonasi yang monoton dan naik turun entah berasal dari rekaman kaset atau mulut penjualnya sendiri ---belakangan ini teman saya berceritera suara tersebut berasal dari kaset rekaman yang diputar.

Strategi penjualan yang menurut saya ampuh; ciamik; mujarab buktinya banyak juga yang menunggu ataupun mengantri untuk membelinya. Setelah membaca beberapa artikel dari tahun lalu (2015) saya pun mulai tertarik untuk mengulik bisnis yang kembali meroket berkat strategi pemasaran yang saya anggap 'norak' tapi buktinya rupiah-demi-rupiah terus bergulir ke kantong penjualnya.

Kamis, 25 Februari 2016

Memanen Kangkung Di Dewa Emas

Belajar itu perlu, tetapi belajar di dalam ruang terus-menerus membuat pikiran semakin jenuh. Pikiran butuh re-fresing, tenaga perlu re-charging, skill need for up-grading. Belajar tidak melulu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, ... dan mata pelajaran formal lainnya. Mencintai alam misalnya, bisa jadi pelajaran yang menyenangkan sekaligus mengasah Life Skill Education untuk tua maupun muda. Memang, tempat wisata edukasi sudah banyak menjamur, akan tetapi "Apakah Readers sudah mencoba DEWA EMAS ?"

Life Skill Education (Pendidikan Kecakapan Hidup), Menurut WHO pengertian kecakapan hidup adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif.

Terbentuknya Dewa Emas.
Dewa Emas adalah akronim dari Desa Wisata Kemasan. Wisata yang resmi di buka April 2014; tempat ini menjadi kawasan wisata edukasi baru yang menawarkan pertanian kangkung dan outbound (Dukuh Mungup), pertanian padi (Dukuh Maron), pembuatan roti (Dukuh Tangkisan), pengolahan sampah terpadu (Dukuh Klegen), dan pengolahan jamu (Dukuh Tegalsono). Kemasan sendiri merupakan salah satu desa dari 12 kecamatan di Sawit (Tlawong, Gombang, Tegalrejo, Jenengan, Cepoko Sawit, Kemasan, Manjung, Kateguhan, Jatirejo, Bendosari, Karangduren, dan Guwo Kajen). Banyaknya potensi wisata yang belum terkelola dengan baik membuat warga (tua dan muda) berpikir untuk membuat tempat wisata sekitar semakin nyaman agar dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian warga.

Logo Dewa Emas
Sumber : desawisatakemasan.com

Fasilitas Wisata.
Sebagai tempat wisata Dewa Emas menyediakan beberapa fasilitas yang bisa digunakan, seperti : Pendopo Joglo luas yang dikelilingi taman hijau dan asri ditambah beberapa gazebo sebagai tempat istirahat ataupun bersantap sambil melihat lahan pertanian kangkung yang 'ijo royo-royo'. Untuk keperluan Fun Game dan Outbound Dewa Emas menyediakan tempat yang  luas dan sejuk, pelataran yang bersih dan megah dilengkapi dengan aula pertemuan yang nyaman, pastinya cocok untuk liburan atau kegiatan sekolah, kantor, komunitas, ... yang bersifat massal (dalam jumlah besar).